Emancipate yourselves from mental slavery;
None but ourselves can free our mind.
Have no fear for atomic energy,
'Cause none of them-a can-a stop-a the time.
How long shall they kill our prophets,
While we stand aside and look?
Yes, some say it's just a part of it:
We've got to fulfill the book.

Won't you have to sing
These songs of freedom? -
'Cause all I ever had:
Redemption songs ...

Jumat, 02 April 2010

Beberapa Bab Tentang Hidup ...

Chapter 1
aku yang terlena ataukah kamu yang terlalu menganggapku sempurna?
mengapa di tiap detik yang seiring bertalu dengan rebahnya diriku menjadikanku lebih bergairah menantang maut, melintasi waktu?
kau mungkin yang tak akan pernah mengerti mengapa aku berbuat kekejaman pada diriku perihal pembunuhan identitas anak rumahanku ini.....
karena aku tahu kau tak akan pernah tahu
kekejaman itu hanya untuk dirimu...
yang akan selalu bersedia membagi pelitamu dalam rongga-rongga paru-paru ku, meski kau tak pernah sadar kau telah menerangiku.

kau yang sekian lama pergi dalam peradaban jiwaku
yang meretas asa dengan para malaikat di ujung dunia kebahagiaan semu
dan jargon-jargon kosong tak ada arti yang bernama cinta.

mengapa aku begitu benci terhadap cinta
dan itu bukan urusanmu dan bukan pula kau yang sebabkan itu
karena aku benci untuk disepuh emas-emas dan bertahtakan berlian
karena aku lebih memilih mahkota berduri sebagaimana Isa A.S dulu memilihnya untuk kaumnya



chapter 2
kebobrokan diriku adalah surga bagi para hamba-hamba yang mempertuhankan mereka sendiri, yang merasa paling benar dan paling depan dalam membela akidah dan Tuhannya.

karena mereka, ya karena mereka akan menjadikanku tumbal yang harus diritualkan
darahkulah yang harus ditumpahkan untuk memupus ambisi semu mereka terhadap kekuasaan
dan kejahatan.

aku yang dulu kau anggap manusia dari planet asing, galaksi antah-berantah dan dengan radikalnya mencoba menembus barikade-barikade jiwamu..
adalah manusia yang tak pernah puas untuk mendapat pengertian
kalau aku bodoh dalam mengharapkanmu dan menyediakan jiwa untukmu.

aku adalah aku...
yang sama seperti dahulu
tempatmu membuang segala keluh-kesah tentang duniamu
dan aku bangga telah menjadi kotak sampah dari tiap masalah yang sedang menderamu...
dan aku begitu bahagia untukmu.

karena dan karena sekali lagi
aku dapat menikmati terang pelitamu
jamahan kata-kata manismu
yang akan membuatku serasa berada di surga..



chapter 3
dan apakah kamu tahu?
bahwa aku disini mengiris tiap-tiap perbedaan yang ada dalam diriku dan dirimu
wahai jelita berparas bidadari.... semukah engkau?

tersipu malu aku mendengarmu memujiku
berdesir tiap rona dalam sisi manusiaku
yang bergemeretuk seakan aku sedang mengalami demam hebat di puncak himalaya bersalju.

aku adalah aku....
yang selalu menanti pelitamu kembali bersinar
dan tak akan membiarkanmu padam walau sedetikpun
dan kekejamanku ini, anggaplah aku sedang menjauh dari bayang-bayangmu dan berkreasi dengan coret pena hidup di buku takdirku.......
karena kekejamanku adalah untukmu wahai ratu yang bertahta dalam sanubariku
agar kau tak ketakutan melihat si bocah tersesat di kehampaan dan tetap bersedia membagi cahya pelitamu walau sedikit saja ku dapati.

aku adalah ketakutan terbesarmu
akan hancurnya rotasi dinding jaman
kesenjangan kelas dan perbedaan status di antara kita...
karena itu aku paham, dan aku akan berusaha menjaga jarak untukmu..



chapter 4
tapi biarkan aku menikmati sisa madumu yang tercecer di luar istana gading
meski kau anggap aku mitos
cerita khayalan untuk menakuti bocah kecil

aku bahagia akan keadaanku
dan aku mengerti kau tak mengerti
seterlena itukah aku?
yang jelas ini bukan bualan omong-kosong bertajuk cinta.......

terima kasih untukmu......
dari kembang jalanan yang akan menanti sinarmu yang terang meski hanya akan mendapat yang redup
dari kumbang liar yang rela memungut sisa madu mu di selokan kering...................

aku sedang mengalaminya.......
dan mungkin kau telah memfitnahku 
dengan berteriak bahwa aku telah jatuh cinta!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar